Daftar Isi
Kata Pengantar
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
karena dengan kebesaranNya kami dapat menyelesaikan makalah mengenai “Energi
Tenaga Angin” ini sebatas pengetahuan dan kemampuan yang kami miliki. Dan juga kami berterima kasih pada Guru pelajaran
PLH yang
telah memberikan tugas ini kepada kami.
Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka
menambah wawasan serta pengetahuan kita mengenai “Energi Tenaga Angin”. Kami
juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam tugas ini terdapat
kekurangan-kekurangan dan jauh dari apa yang kami harapkan. Untuk itu, kami
berharap adanya kritik, saran dan usulan demi perbaikan di masa yang akan
datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa sarana yang membangun.
Semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi siapapun
yang membacanya.Sekiranya laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi
kami sendiri maupun orang yang membacanya. Sebelumnya kami mohon maaf apabila
terdapat kesalahan kata-kata yang kurang berkenan dan kami memohon kritik dan
saran yang membangun demi perbaikan di masa depan.
Indramayu, 16 Februari 2015
Penyusun
BAB I
Pendahuluan
1.1Latar Belakang
Pengembangan energi alternatif
baru dan terbarukan sedang digalakan melalui kebijakan-kebijakan pemerintah
untuk mendorong dan memfasilitasi pemanfaatan sumber energi terbarukan. Dan
juga untuk mengatasi krisis sumber energi dan pemanasan global yang di
akibatkan dari penggunaan sumber energi fosil.Energi terbarukan berasal dari
proses alami dan kemungkinan tidak akan pernah habis. Energi terbarukan adalah
istilah yang digunakan untuk menggambarkan energi dari sumber yang alami
regenerasi dan karenanya hampir tak terbatas. Ini termasuk energi surya, energi
angin, tenaga air, biomassa (berasal dari tumbuhan), energi panas bumi (panas
dari bumi).
Adapun masalah yang kami bahas
dalam makalah ini adalah tentang pemanfaatan energi angin, prinsip kerja dari
pemanfaatan energi angin, jenis-jenis turbin untuk energi angin, kekurangan dan
kelebihannya. Dan tujuan kami membuat makalah ini adalah sebagai sarana untuk
berbagi pengetahuan tentang energi angin dan mengajak pembaca mengembangkan
teknologi ini yang cocok dimanfaatkan ditengah panasnya konflik tentang
kurangnya kebutuhan energi untuk masyarakat, terutama masyarakat-masyarakat di
daerah terpencil. Karena selain hemat pemanfaatan energy ini juga ramah
lingkungan dan mungkin tidak akan pernah habis.
Energi adalah suatu kemampuan untuk
melakukan kerja atau kegiatan. Tanpa energi, dunia ini akan diam atau beku.
Dalam kehidupan manusia selalu terjadi kegiatan dan untuk kegiatan otak serta
otot diperlukan energi.Energi itu diperoleh melalui proses oksidasi
(pembakaran) zat makanan yang masuk ke tubuh berupa makanan.Kegiatan manusia
lainnya dalam memproduksi barang, transportasi, dan lainnya juga memerlukan
energi yang diperoleh dari bahan sumber energi atau sering disebut sumber daya
alam (natural resources).
Sumber daya alam itu dibedakan
menjadi dua kelompok, yaitu :
1.
sumber daya alam yang dapat_diperbarui (renewable) atau
hampir tidak dapat habis misalnya: tumbuhan hewan. air, tanah, sinar matahari,
angin, dan sebagainya
2. sumber daya alam yang tidak dapat
diperbarui (unjenewable) atau habis, misalnya: minyak bumi atau batu
bara.
Selanjutnya, secara terinci energi
dibedakan atas butir-butir berikut dan perlu diketahui
bahwa energi dapat diubah dari suatu bentuk ke bentuk
lainnya. Misalnya, energi potensial air (air terjun) dapat diubah menjadi
energi gerak, energi listrik, dan seterusnya.
1.2Tujuan
1.
Untuk mengetahui sumber energi angin
2.
Memberikan informasi mengenai potensi angin di Indonesia
3.
Mengetahui pemanfaatan energi angin serta kelebihan dan kekurangan energi
tenaga angin
1.3Manfaat
Dari pembutan makalah ini diharapkan dapat memperluas
pengetahuan mengenai energi angin beserta potensinya. Dan semoga dapat membantu
dalam pembelajaran.
BAB II
Pembahasan Materi
2.1 Energi Angin
Dua ribu tahun yang lalu manusia
sudah dapat memanfaatkan energi angin untuk usaha
sederhana.Beratus-ratus tahun kemudian energi angin itu menjadi
semakin jelas pemanfaatannya.Kapal kecil dan besar dapat mengarungi lautan
luas dengan bantuan energi angin yang meniup layar kapal. Angin
merupakan udara yang bergerak; udara yang berpindah
tempat,mengalir dari
tempat yang dingin ke tempat yang panas dan dari tempat yang panas
mengalir ke tempat yang dingin, demikian terus-menerus.
Angin adalah proses alam yang berlaku secara
skala kecil dan skala besar, secara lingkup daerah dan dunia. Di lapisan
atmosfir bawah udara dingin mengalir dari daerah kutub menuju daerah
khatulistiwa dan di lapisan atmosfir atas udara hangat mengalir
dari khatuistiwa menuju daerah kutub.
Angin merupakan suatu energi alam yang
berlimpah adanya di bumi yang juga merupakan energi yang murah serta tak
pernah habis.Energi angin telah lama dikenal dan dimanfaatkan
oleh manusia. Adapun pemanfaatannya adalah antara lain :
a.
Pemompaan air untuk keperluan rumah tangga
dan pertanian.
b. Melaksanakan
kegiatan pertanian, seperti menggiling jagung,
menggiling tepung, tebu.
c. Mengalirkan air laut
untuk pembuatan garam.
d.
Membangkitkan tenaga listrik khususnya untuk
Pembangkit Listrik Tenaga Angin terutama untuk daerah
yang belum terjangkau oleh PLN.
Angin terjadi bila terdapat
pemanasan permukaan bumi yang tak sama oleh sinar matahari.
Disiang hari udara di atas lautan relati lebih dingin daripada
daratan.Sinar matahari menguapkan air lautan dan diserap lautan.Penguapan
dan obsorsi sinar matahari di daratan kurang sehingga
udara di atas daratan lebih panas. Dengan demikian udara di atas
mengembang,jadi ringan dan naik ke atas.
Udara dingin yang lebih berat turun mengisi
kekurangan udara di daratan, maka terjadilah
aliran udara yang disebit angin dari lautan ke daratan tepi pantai.Di
malam hari peristiwa yang sebaliknya terjadi, angin di permukaan laut
mengalir dari pantai ke tengah lautan dan peristiwa inilah yang
dimanfaatkan oleh para nelayan untuk mencari ikan di lautan.Angin di
lereng gunung juga terjadi demikian.Pada sekitar puncak pegunungan
lebih dulu panas dibandingkan dengan daerah lembah.Karena perbedaan panas
ini sehingga menimbulkan perbedaan tekanan yang akhirnya timbul angin
biasa yang disebut angin lembah dan angin gunung.
2.2 Turbin Angin sebagai Alternatif Pembangkit Listrik
Menurunnya tinggi muka air di
berbagai bendungan - terutama yang dimanfaatkan sebagai sumber
pembangkit listrik tenaga air (PLTA)-telah menurunkan pasokan listrik di
Jawa hingga 500 megawatt.Sebagai salah satu sumber pemasok listrik, PLTA bersama pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dan
pembangkit listrik tenaga gas (PLTG) memang memegang peran penting
terhadap ketersediaan listrik terutama di Jawa, Madura, dan Bali.Energi
angin yang sebenarnya berlimpah di Indonesia ternyata
belum dimanfaatkan sebagai alternatif penghasil listrik. Padahal, di
berbagai negara, pemanfaatan energi angin sebagai sumber
energi alternatif nonkonvensional sudah semakin mendapatkan perhatian.
Hal
ini tentu saja didorong oleh kesadaran terhadap timbulnya krisis
energi dengan kenyataan bahwa kebutuhan energi terus meningkat
sedemikian besarnya. Di samping itu, angin merupakan sumber energi
yang tak ada habisnya sehingga pemanfaatan sistem konversi energi
angin akan berdampak positif terhadap lingkungan.
2.3 Energi Tenaga Angin
Energi angin juga menjadi pilihan alternatif
sebagai energi pengganti bahan bakar fosil, yang disediakan alam secara
gratis.Energi angin tersedia dalam jumlah tidak terbatas, selama bumi masih
memiliki cadangan udara.Energi tersebut dihasilkan oleh angin yang menggerakkan
kincir angin ukuran raksasa.Biasanya kincir angin sebagai penghasil energi
diletakkan pada wilayah tertentu dengan tingkat intensitas angin yang
tinggi.
Untuk menggerakan blade / baling-baling agar bisa berputar
saja harus memiliki kecepatan angin 2 meter/detik dan untuk menghasilkan
listrik yang stabil sesuai kapasitas generatornya rata-rata 6 s/d 10
meter/detik.
Pembangkit ini bisa digunakan untuk skala kecil, menengah
dan besar karena arus yang dihasilkan dalam 1 jam lebih besar serta membutuhkan
investasi yang lebih murah ketimbang PLTS .Daerah yang cocok digunakan
pembangkit ini adalah daerah pantai, pesisir, pegunungan.
Kincir
angin merupakan sumber energi alternatif yang ramah lingkungan.Awal mulanya
kincir angin digunakan pada zaman babilonia untuk penggilingan padi.
Penggunaan teknologi modern dimulai sekitar tahun 1930,
diperkirakan ada sekitar 600.000 buah kincir angin untuk berbagai
keperluan.Saat ini kapasitas daya yang dihasilkan kincir angin skala industri
antara 1 – 4 mw.
Prinsip
kerja Turbin Angin adalah mengubah energi kinetik angin menjadi energi mekanik
putaran poros.Energi mekanik poros biasanya dimanfaatkan untuk membangkitkan
listrik menggunakan suatu generator.Energi listrik sifatnya sangat
fleksibel.Energi ini dapat digunakan untuk penerangan, menggerakkan mesin-mesin
industri, transportasi, dan masih banyak lagi.
Perangkat
pembangkit dari angin juga jauh lebih murah dibandingkan perangkat pembangkit
dari energi matahari.Padahal jumlah energi yang dihasilkan oleh 1.000 buah sel
fotovoltaik relatif setara dengan belasan kincir angin.Bahkan sejumlah sistem
kincir angin yang dipasang di Denmark bahkan menghasilkan energi hingga 3.000
megawatt atau sekitar 20 persen kebutuhan energi di seluruh Eropa.
Kini, Eropa menghasilkan energi angin dengan jumlah energi
sekitar 35.000 megawatt atau setara dengan tiga puluh lima pembangkit listrik
tenaga batu bara (National Geographic, Agustus 2005: 65). Hal ini jelas menjadi
sebuah keuntungan besar bagi masyarakat luas.Karena keuntungannya yang sedemikian
besar, maka beberapa negara, di wilayah Eropa dan Amerika Serikat, menggunakan
teknologi ini.
Potensi energi angin untuk kebutuhan energi masa depan
sangat menjanjikan. Ketika sel fotovoltaik tidak mendapatkan sinar matahari,
maka pasokan listrik akan terhambat, sedangkan kincir angin relatif stabil pada
semua cuaca karena tidak membutuhkan sinar matahari untuk menghasilkan energi.
Hal itu membuat kincir angin unggul satu langkah di depan sel fotovoltaik dalam
menghasilkan energi.
Para ilmuwan di Eropa dan Amerika Serikat menaruh harapan
besar kepada sumber energi angin sebagai sebuah cara menghadapi krisis energi
di masa depan. Namun demikian tidak semua masyarakat setuju dengan kincir angin
sebagai sebuah penghasil energi alternatif, ukuran kincir yang terlalu besar
dan suara desing yang berisik membuat masyarakat di sekitar proyek kincir angin
cenderung menolaknya, padahal banyak sisi positif yang dapat dipetik dari
pemanfaatan energi ini.
Jika kita bisa membuat simulasi numerik aliran udara
melintasi turbin angin dengan rancangan tertentu misalnya aerofoil, jumlah
blade (bilah), panjang chord, diameter dan lain sebagainya, maka dengan
menentukan kecepatan aliran udara di depan dan belakang turbin akan dapat
ditentukan berapa Thrust yang dihasilkan dan Daya Angin yang berhasil
diserap Turbin Angin. Thrust bersifat merugikan karena thrust yang mendorong
menara penyangga turbin, semakin besar trhust, maka menara penyangga juga harus
kuat, sehingga biaya pembuatannya akan mahal.
Semakin besar Daya (Power) yang diserap oleh turbin, maka
efisiensi konversi energi turbin akan semakin besar, artinya turbin yang
dirancang sangat menguntungkan.
2.4 Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Pembangkit listrik tenaga angin, yang diberi
nama Wind Power System memanfaatkan angin melalui kincir,
untuk menghasilkan energi listrik. Alat ini sangat cocok sekali digunakan
masyarakat yang tinggal di pulau-pulau kecil.Secara umum, sistem alat
ini memanfaatkan tiupan angin untuk memutar motor. Hembusan
angin ditangkap baling-baling, dan dari putaran baling-baling tersebut
akan dihasilkan putaran motor yang selanjutnya diubah menjadi energi
listrik.
Wind Power System ini terdiri
dari empat bagian utama, yaitu rotor, transmisi, elektrikal dan,
tower. Bagian rotor terdiri dari baling-baling dengan empat
daun, bentuknya seperti baling-baling pesawat.Dengan bentuk seperti ini
diharapkan energi angin yang tertangkap bisa maksimal agar bobotnya
lebih ringan. Baling-baling ini dibuat dengan diameter 3,5 dan
bahannya dibuat dari fiberglass.
Untuk mendapat hembusan angin, baling-baling
diletakkan pada tower setinggi delapan meter.Sedangkan pada bagian
transmisi digunakan sistem kerekan dan tali, sistem transmisi
ini digunakan untuk menyiasati kekuatan angin yang kecil.
Karena kecepatan angin di Indonesia relatif kecil, transmisi ini
sangat menguntungkan untuk meningkatkan putaran sebagai pengubah
energi digunakan alternator dua fase 12 volt, energi listrik yang
dihasilkan oleh alternator dapat disimpan dalam aki. Sementara kapasitas
daya yang didapat sebesar 1,5 KW. Wind Power System telah
diuji coba oleh para mahasiswa di pantai kenjeran, kurang dari satu
jam hasil dari percobaan tersebut sudah dapat menghasilkan energi
listrik untuk menyalakan TV dan lampu sampai 100 watt.
Karya yang dibuat
selama bulan ini sudah dapat langsung diterapkan
bagi masyarakat.Untuk menyimpan energi listrik bisa digunakan aki besar,
dan penggunaannya bisa digunakan instalasi pembagi.Sedangkan biaya yang
dikeluarkan untuk pembuatan Win Power System relatif
murah, sekitar Rp 16 juta.Tapi, itu belum termasuk bahan dan pembuatan
towernya.
2.5 Cara Kerja Kincir Angin
Cara
kincir angin bekerja sangat sederhana yaitu:
·
Angin akan meniup bilah kincir angin sehingga bilah bergerak
·
bilah kincir angin akan memutar poros didalam nacelle
·
Poros dihubungkan ke gearbox, di gearbox kecepatan
perputaran poros ditingkatakan dengan cara mengatur perbandingan roda gigi
dalam gearbox
·
gearbox dihubungkan ke generator. generator merubah energi
mekanik menjadi energi listrik
dari
generator energi listrik menuju transformer untuk menaikan tegangannya kemudian
baru didistribusikan ke konsumen
2.6 Merancang Generator Angin Skala Kecil
Generator bekerja dengan menggunakan prinsip magnetic
induction dan bekerja dengan prinsip left-hand rule , yaitu:
1. Thumb Finger determine the direction of motion of inductor
2. Fore Finger determine the direction of flux
3. Other Finger determine the direction of current flow
Generator diklasifikasikan menjadi
2:
1.
Generator AC
2.
Generator DC
Untuk membuat generator dengan tenaga angin sebagai sumber
energinya. Prinsipnya sederhana, 3 bilah kincir angin dibuat dengan sudut 120
derajat satu sama lain dan kemiringan kurang lebih 12.75 derajat. Di titik
pangkalnya, dipasang poros generator yang kemudian terhubung dengan slip rings,
stator, sikat, komutator, dan armature.
Angin yang berhembus akan memutar kincir sehingga poros akan
ikut berputar dan menyebabkan garis-garis fluks terpotong dan menimbulkan
tegangan induksi. Tegangan ini menyebabkan arus mengalir. Namun,tegangan yang
dihasilkan adalah tegangan AC, sehingga dibutuhkan komutator untuk membuat arus
yang mengalir adalah arus searah. Besarnya daya yang dihasilkan sangat
tergantung dari kecepatan putaran kincir, yang artinya sangat tergantung dari
kecepatan hembusan angin
2.7 Mekanisme turbin angin
Sebuah pembangkit listrik tenaga angin dapat
dibuat dengan menggabung- kan beberapa turbin angin sehingga
menghasilkan listrik ke unit penyalur listrik.
Listrik dialirkan melalui kabel transmisi dan didistribusikan ke rumah-rumah,
kantor, sekolah, dan sebagainya.
Turbin angin dapat memiliki tiga buah bilah turbin.
Jenis lain yang umum adalah jenis turbin dua bilah.
Turbin angin bekerja sebagai kebalikan dari
kipas angin.Bukannya menggunakan listrik untuk membuat angin, seperti pada
kipas angin, turbin angin menggunakan angin untuk membuat
listrik. Angin akan memutar sudut turbin, kemudian memutar sebuah poros
yang dihubungkan dengan generator, lalu menghasilkan listrik. Turbin untuk
pemakaian umum berukuran 50-750 kilowatt.Sebuah turbin kecil,
kapasitas 50 kilowatt, digunakan untuk perumahan, piringan parabola,
atau pemompaan air.
2.8 Jenis turbin angin
Dalam perkembangannya, turbin angin dibagi
menjadi jenis turbin angin propeler dan turbin angin Darrieus.Kedua jenis turbin
inilah yang kini memperoleh perhatian besar untuk
dikembangkan. Pemanfaatannya yang umum sekarang sudah digunakan
adalah untuk memompa air dan pembangkit tenaga listrik.
Turbin angin propeler
adalah jenis turbin angin dengan poros horizontal seperti baling-
baling pesawat terbang pada umumnya.Turbin angin ini harus
diarahkan sesuai dengan arah angin yang paling tinggi
kecepatannya.
Kecepatan angin diukur dengan alat
yang disebut anemometer.Anemometer jenis mangkok adalah yang paling
banyak digunakan.Anemometer mangkok mempunyai sumbu vertikal dan tiga buah
mangkok yang berfungsi menangkap angin.
Jumlah putaran per menit dari poros anemometer
dihitung secara elektronik. Biasanya, anemometer dilengkapi dengan sudut
angin untuk mendeteksi arah angin. Jenis anemometer lain adalah
anemometer ultrasonik atau jenis laser yang mendeteksi perbedaan fase dari
suara atau cahaya koheren yang dipantulkan dari molekul-molekul
udara.
Turbin angin Darrieus merupakan suatu
sistem konversi energi angin yang digolongkan dalam jenis turbin
angin berporos tegak.Turbin angin ini pertama kali ditemukan oleh GJM
Darrieus tahun 1920.
Keuntungan dari turbin angin jenis Darrieus
adalah tidak memerlukan mekanisme orientasi pada arah angin (tidak
perlu mendeteksi arah angin yang paling tinggi kecepatannya) seperti
pada turbin angin propeler.
Di Indonesia telah mulai dikembangkan proyek
percontohan baik oleh lembaga penelitian maupun oleh pusat studi beberapa
perguruan tinggi. Proyek ini perlu memperoleh perhatian dari pihak yang
terkait untuk dikembangkan karena membutuhkan riset yang
cukup intensif mengenai kecepatan angin, lokasi penempatan
turbin angin, serta cara untuk mengatur pembebanan turbin yang
tidak merata.
Misalnya pada malam hari angin cukup
kencang, sedangkan pada pagi dan siang hari kecepatan angin turun
sehingga harus ada mekanisme penyimpanan energi serta mekanisme untuk
menstabilkan fluktuasi tegangan listrik yang dihasilkan.
Dalam situasi
yang serba kekurangan pasokan listrik seperti sekarang, tampaknya alternatif
energi angin perlu dikaji ulang.Selain hasilnya selalu
berkelanjutan, harganya pun kompetitif dibanding pembangkit listrik
lainnya. Dalam mengetahui seberapa besar kecepatan hembusan suatu angin
maka perlu suatu alat/parameter pengukur kecepatan angin itu. Alat
yang sering digunakan dalam mengukur kecepatan angin biasa
disebut anemometer.
2.9 Prinsip Kerja Pembangkit Listrik Tenaga Angin
Angin adalah salah satu bentuk
energi yang tersedia di alam, Pembangkit Listrik Tenaga Angin mengkonversikan
energi angin menjadi energi listrik dengan menggunakan turbin angin atau kincir
angin. Cara kerjanya cukup sederhana, energi angin yang memutar turbin angin,
diteruskan untuk memutar rotor pada generator dibagian belakang turbin angin,
sehingga akan menghasilkan energi listrik. Energi Listrik ini biasanya akan
disimpan kedalam baterai sebelum dapat dimanfaatkan.
Angin kelas 3 adalah batas minimum dan angin kelas 8 adalah
batas maksimum energi angin yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan energi
listrik.
Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi terbarukan yang paling berkembang saat ini.
Pemanfaatan energi angin merupakan pemanfaatan energi terbarukan yang paling berkembang saat ini.
Berdasarkan data dari WWEA (World Wind Energy Association),
sampai dengan tahun 2007 perkiraan energi listrik yang dihasilkan oleh turbin
angin mencapai 93.85 GigaWatts, menghasilkan lebih dari 1% dari total
kelistrikan secara global. Amerika, Spanyol dan China merupakan negara terdepan
dalam pemanfaatan energi angin.Diharapkan pada tahun 2010 total kapasitas
pembangkit listrik tenaga angin secara glogal mencapai 170 GigaWatt.
Di tengah potensi angin melimpah di kawasan pesisir
Indonesia, total kapasitas terpasang dalam sistem konversi energi angin saat
ini kurang dari 800 kilowatt. Di seluruh Indonesia, lima unit kincir angin
pembangkit berkapasitas masing-masing 80 kilowatt (kW) sudah dibangun. Tahun
2007, tujuh unit dengan kapasitas sama menyusul dibangun di empat lokasi,
masing-masing di Pulau Selayar tiga unit, Sulawesi Utara dua unit, dan Nusa
Penida, Bali, serta Bangka Belitung, masing-masing satu unit. Mengacu pada
kebijakan energi nasional, maka pembangkit listrik tenaga bayu (PLTB)
ditargetkan mencapai 250 megawatt (MW) pada tahun 2025.
Tenaga angin telah lama dimanfaatkan di tanah air kita sejak
ratusan mungkin ribuan tahun yang lalu, khususnya untuk menggerakkan kapal
layar sampai sekarang, dan yang banyak kita lihat sekarang digunakan dalam
tambak-tambak ikan di tepi pantai untuk menggerakkan baling-baling (atau turbin
angin) untuk menjalankan memompaan air. Namun baiklah kalau kita di Indonesia
mulai mempopulerkan PTLTA, khususnya ukuran kecil.PTLTA ukuran kecil adalah
istilah yang biasanya diberikan kepada unit 50 KW atau lebih kecil.
Tempat-tempat terpencil yang biasanya menggunakan
diesel-generator dapat menggantikannya atau menambahkannya dengan PTLTA ukuran
kecil ini.
2.10 Dampak PLT Angin Terhadap Lingkungan
Keuntungan utama dari penggunaan pembangkit listrik tenaga
angin secara prinsipnya adalah disebabkan karena sifatnya yang terbarukan. Hal
ini berarti eksploitasi sumber energi ini tidak akan membuat sumber daya angin
yang berkurang seperti halnya penggunaan bahan bakar fosil.
Oleh karenanya tenaga angin dapat berkontribusi dalam
ketahanan energi dunia di masa depan. Tenaga angin juga merupakan sumber energi
yang ramah lingkungan, dimana penggunaannya tidak mengakibatkan emisi gas buang
atau polusi yang berarti ke lingkungan. Penetapan sumber daya angin dan
persetujuan untuk pengadaan ladang angin merupakan proses yang paling lama
untuk pengembangan proyek energi angin. Hal ini dapat memakan waktu hingga 4
tahun dalam kasus ladang angin yang besar yang membutuhkan studi dampak
lingkungan yang luas.
Emisi karbon ke lingkungan dalam sumber listrik tenaga angin
diperoleh dari proses manufaktur komponen serta proses pengerjaannya di tempat
yang akan didirikan pembangkit listrik tenaga angin. Namun dalam operasinya
membangkitkan listrik, secara praktis pembangkit listrik tenaga angin ini tidak
menghasilkan emisi yang berarti.Jika dibandingkan dengan pembangkit listrik
dengan batubara, emisi karbon dioksida pembangkit listrik tenaga angin ini
hanya seperseratusnya saja.
Disamping karbon dioksida, pembangkit listrik tenaga angin
menghasilkan sulfur dioksida, nitrogen oksida, polutan atmosfir yang lebih
sedikit jika dibandingkan dengan pembangkit listrik dengan menggunakan batubara
ataupun gas. Namun begitu, pembangkit listrik tenaga angin ini tidak sepenuhnya
ramah lingkungan, terdapat beberapa masalah yang terjadi akibat penggunaan
sumber energi angin sebagai pembangkit listrik, diantaranya adalah dampak
visual , derau suara, beberapa masalah ekologi, dan keindahan.
Dampak visual biasanya merupakan hal yang paling serius
dikritik.Penggunaan ladang angin sebagai pembangkit listrik membutuhkan luas
lahan yang tidak sedikit dan tidak mungkin untuk disembunyikan. Penempatan
ladang angin pada lahan yang masih dapat digunakan untuk keperluan yang lain
dapat menjadi persoalan tersendiri bagi penduduk setempat. Selain mengganggu
pandangan akibat pemasangan barisan pembangkit angin, penggunaan lahan untuk pembangkit
angin dapat mengurangi lahan pertanian serta pemukiman.
Hal ini yang membuat pembangkitan tenaga angin di daratan
menjadi terbatas.Beberapa aturan mengenai tinggi bangunan juga telah membuat
pembangunan pembangkit listrik tenaga angin dapat terhambat.Penggunaan tiang
yang tinggi untuk turbin angin juga dapat menyebabkan terganggunya cahaya
matahari yang masuk ke rumah-rumah penduduk.Perputaran sudu-sudu menyebabkan
cahaya matahari yang berkelap-kelip dan dapat mengganggu pandangan penduduk
setempat.
Efek lain akibat penggunaan turbin angin adalah terjadinya
derau frekuensi rendah. Putaran dari sudu-sudu turbin angin dengan frekuensi
konstan lebih mengganggu daripada suara angin pada ranting pohon.Selain derau
dari sudu-sudu turbin, penggunaan gearbox serta generator dapat menyebabkan
derau suara mekanis dan juga derau suara listrik.
Derau mekanik yang terjadi disebabkan oleh operasi mekanis
elemen-elemen yang berada dalam nacelle atau rumah pembangkit listrik tenaga
angin.Dalam keadaan tertentu turbin angin dapat juga menyebabkan interferensi
elektromagnetik, mengganggu penerimaan sinyal televisi atau transmisi gelombang
mikro untuk perkomunikasian. Penentuan ketinggian dari turbin angin
dilakukan dengan menganalisa data turbulensi angin dan kekuatan angin.Derau
aerodinamis merupakan fungsi dari banyak faktor seperti desain sudu, kecepatan
perputaran, kecepatan angin, turbulensi aliran masuk.
Derau aerodinamis merupakan masalah lingkungan, oleh karena
itu kecepatan perputaran rotor perlu dibatasi di bawah 70m/s. Beberapa ilmuwan
berpendapat bahwa penggunaan skala besar dari pembangkit listrik tenaga angin
dapat merubah iklim lokal maupun global karena menggunakan energi kinetik angin
dan mengubah turbulensi udara pada daerah atmosfir. Pengaruh ekologi yang
terjadi dari penggunaan pembangkit tenaga angin adalah terhadap populasi burung
dan kelelawar.Burung dan kelelawar dapat terluka atau bahkan mati akibat
terbang melewati sudu-sudu yang sedang berputar.
Namun dampak ini masih lebih kecil jika dibandingkan dengan
kematian burung-burung akibat kendaraan, saluran transmisi listrik dan
aktivitas manusia lainnya yang melibatkan pembakaran bahan bakar fosil.Dalam
beberapa studi yang telah dilakukan, adanya pembangkit listrik tenaga angin ini
dapat mengganggu migrasi populasi burung dan kelelawar.Pembangunan pembangkit
angin pada lahan yang bertanah kurang bagus juga dapat menyebabkan rusaknya
lahan di daerah tersebut.Ladang angin lepas pantai memiliki masalah tersendiri
yang dapat mengganggu pelaut dan kapal-kapal yang berlayar.
Konstruksi tiang pembangkit listrik tenaga angin dapat
mengganggu permukaan dasar laut. Hal lain yang terjadi dengan konstruksi di
lepas pantai adalah terganggunya kehidupan bawah laut. Efek negatifnya dapat
terjadi seperti di Irlandia, dimana terjadinya polusi yang bertanggung jawab
atas berkurangnya stok ikan di daerah pemasangan turbin angin.Studi baru-baru
ini menemukan bahwa ladang pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai
menambah 80 – 110 dB kepada noise frekuensi rendah yang dapat mengganggu
komunikasi ikan paus dan kemungkinan distribusi predator laut.
Namun begitu, ladang angin lepas pantai diharapkan dapat
menjadi tempat pertumbuhan bibit-bibit ikan yang baru.Karena memancing dan
berlayar di daerah sekitar ladang angin dilarang, maka spesies ikan dapat
terjaga akibat adanya pemancingan berlebih di laut.Dalam operasinya, pembangkit
listrik tenaga angin bukan tanpa kegagalan dan kecelakaan.Kegagalan operasi
sudu-sudu dan juga jatuhnya es akibat perputaran telah menyebabkan beberapa
kecalakaan dan kematian.
Kematian juga terjadi kepada beberapa penerjun dan pesawat
terbang kecil yang melewati turbin angin.Reruntuhan puing-puing berat yang
dapat terjadi merupakan bahaya yang perlu diwaspadai, terutama di daerah padat
penduduk dan jalan raya. Kebakaran pada turbin angin dapat terjadi dan akan
sangat sulit untuk dipadamkan akibat tingginya posisi api sehingga dibiarkan
begitu saja hingga terbakar habis. Hal ini dapat menyebarkan asap beracun dan
juga dapat menyebabkan kebakaran berantai yang membakar habis ratusan acre
lahan pertanian.
Hal ini pernah terjadi pada Taman Nasional Australia dimana
800 km2 tanah terbakar.Kebocoran minyak pelumas juga dapat teradi dan dapat
menyebabkan terjadinya polusi daerah setempat, dalam beberapa kasus dapat
mengkontaminasi air minum.Meskipun dampak-dampak lingkungan ini menjadi ancaman
dalam pembangunan pembangkit listrik tenaga angin, namun jika dibandingkan
dengan penggunaan energi fosil, dampaknya masih jauh lebih kecil.Selain itu
penggunaan energi angin dalam kelistrikan telah turut serta dalam mengurangi
emisi gas buang.
2.11 Problem Teknis yang Dihadapi PLT Angin
1. Kecepatan Angin
Variable angin menimbulkan masalah manajemen sistem jaringan
listrik lebih sedikit daripada yang diharapkan oleh pihak-pihak yang
skeptis.Ketidakstabilan permintaan energi dan kebutuhan untuk melindungi
gagalnya pembangkit listrik konvensional memenuhi kebutuhan tersebut,
sesungguhnya membutuhkan sistem jaringan listrik yang lebih fleksibel daripada
tenaga angin, dan pengalaman dunia nyata telah menunjukan bahwa sistem
pembangkit listrik nasional mampu menjalankan tugas tersebut.
Pada malam berangin, sebagai contoh, turbin angin 50%
pembangkit listrik di bagian barat Denmark, tapi kekuatannya telah terbukti
dapat diatur. PLTB (pembangkit listrik tenaga bayu/angin) saat ini cukup
menjadi primadona di dunia barat dikarenakan potensi angin yang mereka miliki
(daerah sub tropis) sangat besar.Berangsur-angsur tapi pasti, PLTN mulai
diganti dengan penggunaan PLTB ataupun pembangkit renewable lainnya.Perlu
diingat di lokasi-lokasi tersebut size kapasitas PLTB mereka sudah besar–besar
(Min 1 MW).PLTB ukuran kecil seperti di Nusa penida dengan kapasitas 80 kW
sangat teramat jarang sekarang ini.
Untuk di Indonesia, dengan iklim tropisnya mungkin akan
cukup sulit untuk menemukan daerah dengan potensi angin (distribusi anginnya)
yang konstan/baik. Ada beberapa daerah di Indonesia yang katanya memiliki
kecepatan angin cukup tinggi (gust wind) berdasarkan survei yang dilakukan
selama 3 bulan, tapi hal ini tidak berguna bagi PLTB bila kecepatan angin itu
hanya cuma bertahan beberapa menit/detik saja dan kemudian hilang. Perlu adanya
survei/studi berkesinambungan yang memerlukan data selama minimal satu tahun
untuk mevalidasi potensi angin didaerah tersebut.
Rata-rata PLTB yang dijual di pasaran untuk kapasitas kecil
(kurang dari 100 kW), cut in dan cut out mereka adalah 3 dan 25 m/s dengan
kecepatan optimumnya adalah 12 m/s. Di dunia saat ini banyak ditemukan PLTB
stand alone yang beredar dipasaran (untuk ukuran 10 kW). Penggunanya adalah
daerah-daerah terpencil yang tidak tersentuh oleh ataupun terlalu mahal untuk
dihubungkan oleh grid.Kebanyakan dari mereka tidak pure hanya menggunakan PLTB
tapi juga menggunakan PV.Selain karena disebabkan kebutuhan listrik yang cukup
besar juga disertai dengan diversikasi energi apabila tiba-tiba tidak terdapat
anginya yang cukup.
Untuk memenuhi kebutuhan listrik di Indonesia saat ini untuk
daerah-daerah terpecil seperti di kepulauan-kepulauan, diperlukan hybrid system
antara potensi renewable energy yang ada di lokasi (seperti
PLTB-PLTsurya-baterai, PLTB-PLTMH-Fuel Cell, dll).Akan tetapi perlu menjadi
catatan, semua teknologi untuk penggunaan energi-energi tersebut masih cukup
mahal bila dilihat dari kelayakan ekonominya terutama FC dan PLTSurya. Resiko
Kincir
Kelemahan listrik tenaga angin pada
bunyi bising kincir dan resiko tersambar petir serta tidak cocok untuk daerah
jalur penerbangan.Apalagi kalau banyak yang bermain layang-layang atau banyak
burung terbang jadi mudah tersangkut.Hal ini juga berpengaruh pada dampak
lingkungan yang disebabkan pembuatan Pembangkit Listrik Tenaga Angin skala
besar.
2.12 Solusi Masalah Teknis
Karena kecepatan angin yang diperlukan untuk memutar kincir
sangat bergantung pada alam maka pada pembangkit listrik tenaga angin ini
dilengkapi dengan charger baterai/aki,sehingga pada saat kecepatan angin cukup
untuk menghasilkan listrik,listrik yang dihasilkan disimpan dalam baterai/aki
dan dapat digunakan saat turbin angin tidak beroperasi.
Kombinasi
dari penggunaan listrik tenaga angin, tenaga surya, dan tenaga micro hidro
mampu mengatasi krisis energi dan mengurangi pencemaran lingkungan.
Untuk tenaga angin selama kincir berputar maka suplai
listrik terus terpenuhi walau hari sudah gelap. Ingatlah bahwa matahari
meradiasi 1,74 x 1.014 kilowatt jam energi ke bumi setiap jam.
Jadi
bumi menerima 1,74 x 1.017 watt daya. Dengan menggabungkan dua atau lebih
energy konvensional maka hal ini dapat menutupi kekurangan energy yang
diakibatkan kelemahan-kelemahan dari pembangkit listrik tenaga angin
tersebut.Penciptaan jaringan listrik yang super mengurangi masalah
ketidakstabilan angin.
Caranya dengan membiarkan perubahan pada kecepatan di
wilayah-wilayah berbeda untuk diseimbangkan satu sama lain. Perkembangan tenaga
angin berkembang dengan pesat saat ini, namun demikian masa depan tenaga ini
belum terjamin. Saat ini tenaga angin telah dimanfaatkan oleh sekitar 50 negara
di dunia.
Namun sejauh ini kemajuan itu disebabkan oleh usaha
segelintir pihak, yang dipimpin oleh Jerman, Spanyol dan Denmark. Negara-negara
lain perlu untuk memperbaiki industri tenaga angin secara dramastis jika target
global ingin dicapai. Oleh karena itu prediksi untuk menjadikan tenaga angin
dapat memasok energi dunia sebesar 12 persen pada tahun 2020 sebaiknya tidak
dilihat sebagai hal yang pasti, tapi sebagai tujuan—satu kemungkinan masa depan
yang kita bisa pilih jika kita mau.
2.13 Kelebihan dan Kekurangan Tenaga Angin
Keuntungan lain dari tenaga angin adalah fakta bahwa
setiap orang bisa membangun atau membeli turbin angin untuk memanfaatkan energi
angin dan memenugi kebutuhan energi di rumah sendiri. Turbin angin tidak perlu
menjadi jenius untuk meng-handlenya. Tentu saja memilliki turbin angin sendiri
juga berarti menghindari terjadinya pemadaman listrik bila terjadi kerusakan
jaring PLN. Juga, listrik tenaga angin akan menjadi lebih hemat biaya seiring
dengan adanya banyak penelitian yang dilakukan untuk memotong biaya instalasi,
menginginkan efesinesi dan untuk memastikan agar energi angin menjadi lebih
dapat diandalkan.
Ketika berbicara mengenai kekurangan energi angin, hal
pertama yang harus disebutkan adalah ketersediaan angin. Di beberapa tempat
angin kencang sering ditemui yang membuat pemanfaatan energi angin menjadi
sangat mudah, sementara di beberapa tempat angin tidak cukup kuat untuk
menciptakan listrik yang memadai. Biaya instalasi tenaga angin yang masih
relatif tinggi merupakan kelemahan lain dari energi angin. Secara kasar,
dibutuhkan sekitar 10 tahun untuk mengembalikan biaya instalasi energi angin.
Memang, ini bukanlah waktu yang sangat
panjang, namun biaya instalasiny yang besar masih menjadi penghalang bagi
banyak orang untuk memanfaatkan angin. Kelemahan lainnya dari tenaga angin
adalah bangunan pembangkit listrik tenaga angin dapat mempengaruhi estetika
lanskap. Fasilitas listrik tenaga angin juga perlu direncanakan dengan hati-hati,
lokasi dan pengoperasiannya harus meminimalkan dampak negatif pada populasli
burung dan satwa liar.
BAB III
Penutup
3.1Kesimpulan
ü Keuntungan utama dari penggunaan
pembangkit listrik tenaga angin secara prinsipnya adalah disebabkan karena
sifatnya yang terbarukan. Hal ini berarti eksploitasi sumber energi ini tidak
akan membuat sumber daya angin yang berkurang seperti halnya penggunaan bahan
bakar fosil.
ü Pembangkit Listrik Tenaga Angin juga
berdampak terhadap lingkungan sekitar, dampak yang paling jelas adalah dambak
visual,karena pembangkit istrik ini membutuhkan tempat yang luas untuk skala
besar.
ü Ramah lingkungan- keuntungan
terpenting dari tenaga angin adalah berkurangnya level emisi karbon dioksida
penyebab perubahan ikilm. Tenaga ini juga bebas dari polusi yang sering
diasosiasikan dengan pembangkit listrik berbahan bakar fosil dan nuklir.
ü Penggunaan energi konvensional
tenaga angin merupakan alternative sumber energi yang efektif apabila digunakan
ditempat yang mempunyai sumber daya angin tinggi.
3.2 Saran
Penggunaan inovasi dalam teknologi,
bagaimanapun selalu memunculkan permasalahan baru yang memerlukan pemecahan
dengan terknologi baru lagi.Oleh karena itu kita sebagai orang-orang yang
bergerak di bidang science dan teknologi haruslah dapat terus mengembangkan
teknologi yang lebih ramah lingkungan yang memiliki efek negatif sekecil
mungkin.
Daftar Pustaka
Ø
www.elektro-ubb.blogspot.com/2012/04/makalah-energi-angin.html?m=1

Tidak ada komentar:
Posting Komentar